Hoax : Permen Pindy Susu Berbahaya ??

by - 8:17 PM

Beberapa bulan lalu muncul sebuah kabar yang memberitakan bahwa permen Pindy Susu mengandung bahan berbahaya. Berita itu muncul ketika seorang anak di Banyumas Jawa Tengah merasa “nge-fly” setelah mengonsumsi permen susu tersebut. Meskipun ini berita lama tetapi ditempat saya masih saja banyak orang menyebut Pindy Susu berbahaya. Saya sangat miris dengan berita tersebut membuat saya tergerak untuk menulis diblog dengan harapan masyarakat tidak lagi meributkan hal tersebut.


Setelah ada penelusuran dari BPOM, informasi tentang permen yang diduga mengandung zat terlarang itu tidak benar. BPOM pun telah memberikan sebuah penjelasan kepada masyarakat terhadap isu permen Pindy yang diduga mengandung bahan berbahaya.

Setelah adanya berita terkait permen susu yang mengandung bahan berbahaya, BPOM dan BNNK (Badan Narkotika Nasional Kabupaten) Banyumas berkoordinasi, serta melakukan penelusuran. Rupanya si anak setelah mengonsumsi permen susu tersebut dalam keadaan tidak sehat. Oleh karena anak tak sehat, si anak kemudian mengonsumsi obat dari apotek yang mengandung Ibuprofen untuk menurunkan demam.

Tidak ada bukti dari BPOM yang membenarkan bahwa permen Pindy Susu mengandung zat berbahaya.

Ternyata ada 4 orang anak yang mengonsumsi permen Pindy susu dalam waktu yang bersamaan. Namun hanya satu anak yang mengalami tanda-tanda ketidakberesan. Anak yang lain sehat dan dalam keadaan baik.

Permen Pindy Susu yang diisukan mengandung zat terlarang tersebut telah terdaftar di Badan POM RI. Pindy Kembang Gula Lunak Rasa Susu dan Stroberi mempunyai nomor izin edar BPOM RI MD 224510008005, diproduksi oleh PT. Inasentra Unisatya Kabupaten Bogor.

Adapun izin edar yang diterbitkan Badan POM RI setelah dilakukan evaluasi terhadap aspek keamanan, mutu, dan gizi produk termasuk proses produksi serta labelnya. Selain itu, Permen Pindy Susu ini sudah memiliki label halal dari MUI yang tertera pada kemasannya. Jadi tidak perlu khawatir dengan isu tersebut, #PindySusuAman dikonsumsi untuk anak-anak. Sekali lagi saya ingatkan jangan terlalu percaya dengan berita yang belom tentu kebenarannya.

You May Also Like

0 comments